ACEH TENGGARA – Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Babinsa Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga melaksanakan kegiatan perakitan besi pondasi tiang pylon Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Jambur Mamang, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (21/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang saat ini terus dikerjakan secara bertahap.
Sejak pagi hari, Babinsa bersama masyarakat terlihat bekerja sama merakit besi tulangan yang akan digunakan sebagai pondasi tiang pylon, yakni struktur utama penyangga beban jembatan gantung.
Tahapan ini menjadi bagian yang sangat menentukan karena kualitas pondasi akan berpengaruh langsung terhadap kekuatan, ketahanan, dan keamanan konstruksi jembatan secara keseluruhan.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa dan warga saling bahu-membahu mengangkat, menyusun, mengikat, serta merakit besi tulangan sesuai ukuran dan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
Meski membutuhkan tenaga ekstra dan ketelitian tinggi, pekerjaan berlangsung lancar berkat kekompakan serta semangat gotong royong yang terjaga.
Suasana keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak ada sekat antara TNI dan masyarakat, seluruhnya menyatu dalam satu tujuan, yakni mewujudkan sarana transportasi yang aman dan bermanfaat bagi warga.
Babinsa Posramil Darul Hasanah, Serma Supiyanto, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana transportasi.
Ia menegaskan, perakitan besi pondasi tiang pylon merupakan pekerjaan vital karena menjadi dasar kekuatan utama konstruksi jembatan.
“Perakitan besi pondasi tiang pylon ini sangat penting karena menjadi penopang utama konstruksi jembatan. Oleh karena itu, setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian agar hasilnya kuat, kokoh, dan aman digunakan dalam jangka panjang,” ujar Serma Supiyanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah binaan.
“Babinsa hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam kegiatan pembangunan demi mendukung kesejahteraan warga,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Jambur Mamang diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat.
Selama ini, warga kesulitan dalam mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi lainnya.
Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Selain itu, keberadaan jembatan juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru dan memperlancar distribusi hasil pertanian warga.
Antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan ini juga terlihat tinggi. Warga turut berpartisipasi secara sukarela dalam setiap tahapan pekerjaan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa.
Salah seorang warga, Abdullah (50), menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI, khususnya Babinsa, dalam membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang selalu hadir membantu masyarakat. Jembatan ini sudah lama kami harapkan karena akan sangat memudahkan aktivitas sehari-hari. Kehadiran Babinsa membuat kami semakin semangat bergotong royong,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Jambur Mamang diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target.
Jembatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung wilayah, tetapi juga simbol kuatnya gotong royong dan kepedulian dalam membangun desa menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera.[]
