![]() |
| Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) menyambut kunjungan silaturahmi Zakaria Saman di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (3/6/2026). |
BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menerima kunjungan silaturahmi Zakaria Saman atau Apa Karya di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan dua tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Aceh tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Dalam suasana kekeluargaan, keduanya berdiskusi mengenai berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas Aceh.
Mualem menyambut langsung kedatangan Apa Karya di kediaman resminya. Keduanya tampak berbincang santai sambil bertukar pandangan mengenai kondisi dan perkembangan Aceh saat ini.
Sebagai tokoh yang pernah berperan dalam perjalanan konflik dan perdamaian Aceh, Muzakir Manaf dan Zakaria Saman memiliki hubungan yang telah terjalin sejak lama.
Pasca tercapainya perdamaian melalui Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 2005, keduanya terus berkontribusi dalam berbagai aspek pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.
Kunjungan Apa Karya ke Meuligoe Gubernur dinilai sebagai wujud silaturahmi sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menjaga komunikasi dan kebersamaan demi kemajuan Aceh.
Pertemuan tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antartokoh Aceh dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas politik dan sosial yang selama ini telah terpelihara dengan baik.
Berbagai kalangan menilai kebersamaan para tokoh senior Aceh merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Pengalaman dan pemikiran yang dimiliki para tokoh diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat juga berharap semangat persatuan yang ditunjukkan dalam pertemuan tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi muda Aceh untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat kebersamaan, dan mendukung pembangunan daerah.
Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus menjaga marwah, perdamaian, dan kemajuan Aceh di masa mendatang. (***)
