KOTA JANTHO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mengedukasi sebanyak 1.559 peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kesiapsiagaan sejak usia sekolah.
Kegiatan edukasi yang berlangsung di sejumlah sekolah di Aceh Besar itu memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana sebagai bekal menghadapi berbagai potensi ancaman yang ada di wilayah tersebut.
Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan, di antaranya SDN Capeung, SMPN 3 Ingin Jaya, SMPN 1 Kuta Baro, SMPN 2 Blang Bintang, SMAN Modal Bangsa, SMAN 1 Lhoknga, SMAN 1 Sukamakmur, SMAN 1 Lembah Seulawah, serta Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School Kota Jantho.
Selama kegiatan, para peserta dibekali berbagai materi mengenai jenis-jenis ancaman bencana di Aceh Besar, langkah-langkah mitigasi, prosedur evakuasi, hingga teknik penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., mengatakan momentum MPLS menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan pemahaman kebencanaan kepada generasi muda sejak dini.
"Peserta didik merupakan kelompok yang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak awal. Melalui MPLS, kami ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari budaya yang harus dimiliki setiap individu, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Ridwan Jamil yang akrab disapa RJ.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat agar para pelajar memahami risiko di lingkungan sekitar dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
"Ketika pengetahuan kebencanaan ditanamkan sejak usia sekolah, para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu tujuan utama program ini," katanya.
RJ menambahkan, BPBD Aceh Besar akan terus memperluas pelaksanaan edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
"Dengan semakin banyak pelajar yang memahami mitigasi dan kesiapsiagaan, kita berharap akan lahir generasi yang tangguh serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Aceh Besar yang lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana," pungkasnya.
Melalui program ini, BPBD Aceh Besar berharap budaya sadar bencana semakin tertanam di kalangan pelajar, sehingga sekolah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.[]
