Lombok Barat – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menanamkan budaya keselamatan di wilayah perairan sejak usia dini.
Salah satunya melalui kegiatan edukasi pengenalan peralatan Search and Rescue (SAR), khususnya perlengkapan selam Polri, kepada siswa-siswi Sekolah Alam Sayang Ibu di kawasan Pantai Kupu-Kupu, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan edukatif tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal lebih dekat berbagai perlengkapan selam yang digunakan personel Ditpolairud Polda NTB dalam menjalankan misi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan.
Selain melihat langsung peralatan yang digunakan, para siswa juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi masing-masing perlengkapan, prosedur penggunaannya, serta pentingnya penerapan standar keselamatan dalam setiap operasi penyelamatan di laut.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar lebih memahami tugas dan fungsi kepolisian di bidang perairan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya keselamatan di perairan, sekaligus memperkenalkan peralatan SAR selam yang dimiliki Polri sebagai sarana penyelamatan masyarakat," ujar Kombes Pol. Boyke.
Menurutnya, edukasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai maupun perairan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan edukatif yang menarik dan menyenangkan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif berdialog dengan personel Ditpolairud Polda NTB, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tugas penyelamatan di laut, hingga mengenal lebih dekat berbagai perlengkapan selam yang digunakan dalam operasi SAR.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar tidak hanya memperoleh wawasan mengenai tugas kepolisian di bidang perairan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keselamatan diri serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan laut," harapnya.
Program edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang sadar akan pentingnya keselamatan di wilayah perairan.[]
