InJourney Airports Hadirkan Ruang Ekspresi Budaya Aceh di Bandara SIM, Penumpang Disuguhi Tari Tradisional

Editor: Syarkawi author photo

 


ACEH BESAR – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Aceh. Salah satunya diwujudkan dengan menghadirkan Ruang Ekspresi Budaya di area Boarding Lounge Bandara SIM, Kamis (23/7/2026).

Melalui program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation, para penumpang disuguhkan pertunjukan seni budaya yang dibawakan Sanggar Seni Cut Nyak Dhien. 

Penampilan tari tradisional Aceh yang dipadukan dengan alunan musik rapai berhasil memukau para pengguna jasa penerbangan sekaligus menghadirkan nuansa budaya khas Tanah Rencong di lingkungan bandara.

Program ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah di ruang publik modern. 

Selain itu, InJourney Airports juga memberikan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa bantuan sarana dan prasarana penunjang bagi Sanggar Seni Cut Nyak Dhien guna meningkatkan kualitas pertunjukan dan pembinaan seni.

General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat mobilitas dan transportasi, tetapi juga sebagai etalase budaya yang memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat luas.

"Bandara bukan hanya gerbang mobilitas dan transportasi, tetapi juga gerbang budaya. Melalui program Community Upskilling for Aviation ini, kami berharap bantuan TJSL yang disalurkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas para penggiat seni lokal, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Aceh kepada wisatawan maupun pengguna jasa penerbangan," ujar Rahmat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen InJourney Airports untuk menghadirkan pengalaman perjalanan (passenger experience) yang lebih berkesan dengan mengintegrasikan unsur budaya lokal di setiap bandara yang dikelolanya.

Melalui inovasi ini, Bandara Sultan Iskandar Muda tidak hanya menjadi pintu gerbang transportasi udara, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya Aceh yang mampu memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini