Meureudu – Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., menggelar silaturahmi dan dialog bersama Panglima Laot Panteraja serta perwakilan nelayan di Warkop Kaula, Gampong Keude, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu bertujuan mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat pesisir sekaligus menyerap aspirasi para nelayan terkait berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas melaut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRK Pidie Jaya H. Nazar, Kabag Ops Polres Pidie Jaya Kompol Chairil Anshar, S.Sos., S.H., M.H., Kasat Samapta Iptu Jumadil Firdaus, S.Psi., M.Psi., Kasat Binmas Iptu Fadlullah, S.H., Kapolsek Panteraja Iptu Irsan Chalik, S.Sos., M.Si., perwakilan Kecamatan Panteraja, Koramil 18/Tripa, jajaran Sat Intelkam Polres Pidie Jaya, Sekretaris Panglima Laot Lhok Panteraja Ridwan, Keuchik Gampong Keude H. Mukthar, perangkat gampong, serta para nelayan.
Dalam dialog tersebut, Kapolres mengajak para nelayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dan ekosistem perairan sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir.
"Laut yang bersih dan ekosistem yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para nelayan. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya laut demi keberlangsungan mata pencaharian masyarakat," ujar AKBP Tendri Wardi.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat melaut dengan selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak, serta melengkapi perlengkapan keselamatan.
Menurutnya, keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama agar setiap aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan dengan aman dan para nelayan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
Selain itu, ia mengimbau agar setiap persoalan yang terjadi di laut diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik dengan melibatkan pihak terkait, sehingga dapat ditemukan solusi tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Dalam kesempatan tersebut, para nelayan juga menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi salah satu kendala dalam aktivitas melaut.
Menanggapi hal itu, Kapolres menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
"Apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam pendistribusian BBM, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan para pemilik kapal agar memastikan seluruh dokumen administrasi kapal tetap berlaku dan segera melakukan perpanjangan apabila masa berlakunya telah habis, sehingga aktivitas pelayaran dapat berjalan sesuai ketentuan.
Silaturahmi tersebut menjadi wadah komunikasi antara Polri dan masyarakat nelayan dalam memperkuat sinergi menjaga keamanan wilayah pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.10 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Melalui dialog tersebut, Polres Pidie Jaya menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif.[]
