Kapolri Resmikan Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia

Editor: Syarkawi author photo

 


Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meresmikan Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta, Jumat (24/7/2026). 

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan berbagai konfederasi buruh di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh konfederasi buruh yang telah bersatu dalam wadah KBPBI untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pekerja.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh konfederasi yang telah bergabung untuk mempersatukan perjuangan teman-teman buruh dalam Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh harus berjalan seiring dengan upaya menjaga iklim investasi yang kondusif. 

Menurutnya, keseimbangan antara perlindungan pekerja dan pertumbuhan investasi menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja serta memperkuat perekonomian nasional.

Ia menilai persatuan buruh menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak terhadap perekonomian dunia.

"Kita sedang menghadapi situasi global yang mengharuskan kita bersatu menghadapi berbagai tantangan. Dengan kebersamaan, saya yakin Indonesia mampu melewati berbagai tekanan dan terus tumbuh menjadi bangsa yang kuat," katanya.

Kapolri mencontohkan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi. 

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah terus mendorong program strategis seperti hilirisasi industri, swasembada pangan, dan swasembada energi.

Menurutnya, program hilirisasi memiliki potensi menciptakan hingga 1,4 juta lapangan kerja, sehingga iklim investasi yang sehat harus terus dijaga.

"Perjuangan memperjuangkan hak-hak buruh harus tetap dijaga, namun di sisi lain kita juga harus memastikan iklim investasi tetap kondusif," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan buruh melalui berbagai program, di antaranya pembentukan Satgas PHK, upaya perlindungan bagi pekerja ojek online, serta penguatan Desk Ketenagakerjaan Polri.

"Bagi saya, buruh adalah pahlawan devisa. Saya akan terus berada di garda terdepan untuk memperjuangkan hak-hak buruh," tegasnya.

Kapolri menjelaskan, Desk Ketenagakerjaan dibentuk sebagai wujud komitmen Polri dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan melalui pelayanan, pendampingan, dan mediasi.

Hingga saat ini, Desk Ketenagakerjaan telah menangani 291 perkara serta memfasilitasi 4.505 pekerja menjadi pegawai tetap di berbagai perusahaan.

Selain itu, Desk Ketenagakerjaan juga berhasil memediasi sengketa ketenagakerjaan di PT Amos yang menghasilkan kesepakatan pembayaran kompensasi sebesar Rp12,7 miliar kepada para pekerja.

Kapolri meminta Desk Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu merespons setiap persoalan yang dihadapi pekerja secara cepat, profesional, dan berkeadilan.

"Desk Ketenagakerjaan harus memberikan pelayanan yang lebih optimal sehingga setiap pengaduan, keluhan, maupun proses mediasi dapat berjalan dengan baik," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Desk Ketenagakerjaan harus terus berlanjut sebagai bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, tanpa bergantung pada pergantian pimpinan institusi.

"Desk Ketenagakerjaan harus terus bekerja, siapa pun Kapolrinya," tegas Listyo Sigit.

Mengakhiri sambutannya, Kapolri berharap kehadiran Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia semakin memperkuat soliditas gerakan buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Ia mengajak seluruh elemen buruh untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif.

"Mari kita kawal bersama perjuangan teman-teman buruh. Namun sekali lagi, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusivitas," pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini