Majene – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, melakukan kunjungan kerja perdana ke Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Majene, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus pengembangan ketahanan pangan yang dijalankan oleh Rutan Majene.
Dalam kunjungan tersebut, Said Mahdar didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, beserta jajaran. Kakanwil meninjau langsung pemanfaatan lahan SAE yang dikelola sebagai sarana pembinaan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif.
Selain meninjau lokasi, Kakanwil juga menerima paparan dari Kepala Rutan mengenai sejumlah program pembinaan yang telah berjalan.
Program tersebut meliputi budidaya tanaman hortikultura, pengembangan perkebunan, serta optimalisasi lahan produktif yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Said Mahdar memberikan apresiasi atas keberhasilan Rutan Kelas IIB Majene dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
"Program pembinaan berbasis ketahanan pangan seperti ini perlu terus dikembangkan karena tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan," ujar Said Mahdar.
Kunjungan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Sebelum mengakhiri kegiatan, Kakanwil meninjau seluruh area SAE dan melakukan foto bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Majene.
Sebagai tindak lanjut, Rutan Kelas IIB Majene akan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sebagai pusat pembinaan kemandirian warga binaan.
Selain itu, pengelolaan lahan produktif akan diperkuat melalui diversifikasi komoditas pertanian dan perkebunan yang bernilai ekonomis, disertai monitoring dan evaluasi secara berkala serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan keberlanjutan program pembinaan berbasis ketahanan pangan.[]
