ACEH TAMIANG – Camat Kota Kuala Simpang, Dr. Cakra Arbas, S.H., M.H., didampingi Mukim Kota Kuala Simpang Husein, sejumlah datuk penghulu, dan jajaran terkait, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Opak, Kecamatan Karang Baru, Rabu malam (23/7/2026).
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, untuk memastikan keakuratan data calon penerima bantuan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir 2025.
Pengecekan dilakukan pada malam hari guna memverifikasi warga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal akibat bencana dan hingga kini masih menetap di Huntara.
Langkah ini diambil agar penyaluran bantuan Huntap tepat sasaran dan hanya diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
"Ini adalah perintah langsung Bupati agar kami memastikan validitas data di lapangan. Kami tidak ingin ada warga yang berhak justru terlewat, maupun warga yang tidak memenuhi syarat tetapi tercatat sebagai penerima. Data harus benar-benar akurat demi keadilan bagi seluruh korban bencana," ujar Camat Cakra Arbas.
Dalam sidak tersebut, tim juga menemukan fakta bahwa sejumlah penghuni Huntara diketahui kerap kembali ke rumah atau kampung asal mereka di Kampung Kota Lintang. Namun, setelah mengetahui adanya pendataan, sebagian dari mereka kembali ke Huntara.
Temuan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi yang dilakukan pemerintah untuk memastikan kondisi riil para calon penerima bantuan Huntap.
Camat Cakra menegaskan bahwa pemeriksaan tidak akan berhenti pada satu kali sidak. Pemerintah kecamatan akan terus melakukan inspeksi mendadak secara berkala tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Kami akan melakukan sidak kembali sewaktu-waktu agar memperoleh data yang benar-benar valid mengenai jumlah warga yang masih menetap di Huntara dan memang membutuhkan hunian tetap," tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam menjaga transparansi, keadilan, dan akuntabilitas penyaluran bantuan pascabencana, sehingga program pembangunan Huntap benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.[]
