Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres positif.
Satgas Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat kini memasuki tahapan krusial dengan memperkuat fondasi utama jembatan melalui pemasangan rangka besi tulangan, Kamis (30/7/2026).
Sejak pagi, personel TNI dan warga bergotong royong menyusun serta memasang rangka besi tulangan yang selanjutnya akan dilakukan pengecoran sebagai penyangga utama konstruksi jembatan.
Seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti, mulai dari penyiapan material, penyusunan besi sesuai desain, pengikatan setiap sambungan, hingga memastikan posisi rangka telah sesuai sebelum proses pengecoran.
Tahap pemasangan tulangan fondasi menjadi salah satu pekerjaan paling penting dalam pembangunan jembatan karena berfungsi menopang seluruh beban konstruksi.
Oleh sebab itu, setiap proses dikerjakan dengan memperhatikan standar teknis, kekuatan struktur, serta kondisi medan di lokasi pembangunan.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan seluruh tahapan pembangunan mendapat pengawasan langsung dari personel di lapangan agar hasil pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan memenuhi standar kualitas.
"Pemasangan rangka besi fondasi merupakan tahapan yang sangat menentukan kekuatan jembatan. Karena itu, setiap proses kami lakukan secara bertahap dan penuh ketelitian, mulai dari penyusunan tulangan, pengikatan setiap sambungan hingga pemeriksaan kembali sebelum dilakukan pengecoran," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga mengutamakan kualitas konstruksi agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kami mengutamakan kualitas pekerjaan karena jembatan ini akan digunakan masyarakat dalam waktu yang lama. Selain itu, faktor keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung," tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya penyediaan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat di daerah terpencil.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu mengatasi kendala akses yang selama ini dihadapi warga akibat terpisah aliran sungai.
Selain mempermudah mobilitas antarwilayah, jembatan juga akan mendukung akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, memperlancar distribusi hasil panen, mempermudah aktivitas perdagangan, serta mempercepat akses anak-anak menuju sekolah.
Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat juga terus terlihat selama proses pembangunan.
Warga secara sukarela turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan sehingga mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Salah seorang warga Desa Lawe Ger-Ger, Iskandar (52), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, selama ini masyarakat kerap mengalami kesulitan saat melintasi sungai, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.
"Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0108/Aceh Tenggara dan seluruh personel yang bekerja tanpa mengenal lelah membangun jembatan ini. Jembatan ini sangat kami nantikan karena akan mempermudah aktivitas masyarakat, mulai dari pergi ke kebun, mengangkut hasil panen, hingga anak-anak berangkat ke sekolah," katanya.
Ia berharap pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Dengan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, jembatan tersebut diharapkan menjadi akses yang aman, kokoh, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ketambe.[]
