Polsek Mataram Tangani Meninggalnya Wisatawan Asal India, Koordinasi dengan Kedutaan dan Instansi Terkait

Editor: Syarkawi author photo

 


Mataram – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram, Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat menindaklanjuti laporan meninggalnya seorang warga negara asing (WNA) asal India yang sedang melakukan perjalanan wisata menuju Pulau Lombok. Pengecekan dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Mataram, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 21.10 Wita.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut.

"Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa yang dilaporkan," ujar AKP Amrozi.

Korban diketahui bernama Vijaya Vishnu Hande, perempuan kelahiran Hiware Kurd, Maharashtra, India, 15 Januari 1961. Berdasarkan informasi awal dari pihak medis, korban diduga mengalami kondisi darurat kesehatan saat dalam perjalanan menuju Pulau Lombok.

AKP Amrozi menjelaskan, korban tiba di Bali pada 13 Juli 2026 untuk berlibur di kawasan Nusa Penida. Setelah itu, korban melanjutkan perjalanan wisatanya ke Pulau Lombok.

"Korban diketahui tiba di Bali pada 13 Juli 2026 untuk berlibur di kawasan Nusa Penida. Setelah itu, yang bersangkutan melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Lombok," jelasnya.

Dalam perjalanan menuju Lombok, korban dilaporkan tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Meninting untuk mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke RS Siloam Mataram guna memperoleh perawatan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh dr. Galan Armadani di RS Siloam Mataram, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.50 Wita. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSU Kota Mataram untuk proses administrasi dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh dr. Galan Armadani di RS Siloam, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.50 Wita. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSU Kota Mataram untuk proses administrasi dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku," terang AKP Amrozi.

Kapolsek menegaskan, kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, instansi terkait, serta perwakilan negara asal korban untuk memastikan seluruh tahapan penanganan jenazah berjalan sesuai prosedur.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan negara korban, agar seluruh proses administrasi maupun penanganan jenazah dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian jajaran Polresta Mataram dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara yang mengalami keadaan darurat di wilayah hukumnya. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan proses penanganan berlangsung cepat, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini