Seluruh Korban Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Bima Berhasil Dipulangkan

Editor: Syarkawi author photo

 


Bima – Sebanyak 44 anak buah kapal (ABK) dan wisatawan yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata Armada Mulya di perairan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah berhasil dipulangkan ke daerah tujuan masing-masing setelah menjalani proses evakuasi dan penanganan oleh tim gabungan.

Sebelumnya, seluruh korban sempat bermalam di Kota Bima usai dievakuasi dari lokasi kejadian untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, serta penyelesaian administrasi sebelum melanjutkan perjalanan.

Kasat Polairud Polres Bima, Iptu Dedi Rizaldi, memastikan seluruh korban telah diberangkatkan dalam kondisi selamat.

"Seluruh korban kapal tenggelam sudah dipulangkan ke tempat tujuannya masing-masing. Kami memastikan seluruh korban meninggalkan Bima dalam kondisi aman," ujar Iptu Dedi Rizaldi, Rabu (22/7/2026).

Dari total 44 korban yang dievakuasi, delapan orang merupakan anak buah kapal (ABK), tujuh wisatawan domestik, dan 29 wisatawan mancanegara.

Setelah seluruh proses penanganan selesai, wisatawan domestik melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah tujuan, di antaranya Pulau Lombok, Labuan Bajo, serta Yogyakarta melalui jalur penerbangan.

Sementara itu, proses pemulangan wisatawan mancanegara juga berlangsung lancar setelah seluruh dokumen perjalanan mereka diperiksa oleh petugas Kantor Imigrasi Bima.

"Dokumen perjalanan para wisatawan asing dinyatakan lengkap dan tidak terdapat kendala, sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing," jelas Iptu Dedi.

Berdasarkan hasil pendataan, kapal wisata Armada Mulya berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok, menuju Labuan Bajo sebagai bagian dari perjalanan wisata lintas destinasi. Namun, di tengah pelayaran kapal mengalami keadaan darurat dan akhirnya tenggelam di perairan Sanggar pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

Berdasarkan keterangan awal nahkoda, insiden tersebut diduga dipicu oleh cuaca buruk. Gelombang laut yang tinggi menyebabkan mesin kapal mengalami gangguan, kemudian disusul kebocoran pada badan kapal hingga akhirnya kapal tenggelam.

"Kami menerima laporan dan langsung bergerak melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan ABK. Selanjutnya mereka dibawa ke Pelabuhan Bima untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ungkap Kasat Polairud.

Keberhasilan proses evakuasi hingga pemulangan seluruh korban merupakan hasil sinergi tim gabungan yang melibatkan personel Satpolairud Polres Bima, TNI, Basarnas, KSOP, Kantor Imigrasi Bima, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

Iptu Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut sehingga seluruh korban berhasil diselamatkan dan dipulangkan dengan aman.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini