![]() |
| M. Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh |
M Nasir Djamil : Terima Kasih Kapolda Aceh
BANDA ACEH — Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan atas sikap humanis dan keberaniannya menghadapi langsung massa dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Nasir menilai langkah Kapolda Aceh yang turun langsung menemui, berdialog, dan menenangkan masyarakat merupakan sikap gentleman sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap situasi keamanan serta keberlangsungan perdamaian di Aceh.
Menurutnya, keberanian Ruddi Setiawan yang baru beberapa pekan menjabat sebagai Kapolda Aceh untuk menemui massa secara langsung menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak selalu harus mengedepankan kekuatan.
Komunikasi dan pendekatan kemanusiaan, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Inisiatif Kapolda Aceh Ruddi Setiawan berjalan sendiri tanpa pengawalan untuk menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian serta keinginannya agar Aceh tetap damai,” ujar Nasir.
Politikus yang duduk di Komisi III DPR RI, yang membidangi penegakan hukum, keamanan, serta menjadi mitra kerja Polri, itu menilai pendekatan humanis Kapolda Aceh merupakan langkah tepat untuk meredam situasi sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik baru.
“Ketika menghadapi massa yang tidak terkontrol, cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah,” tegasnya.
Nasir menilai sikap Kapolda Aceh tersebut patut menjadi contoh bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan keberanian untuk membuka ruang dialog, terutama ketika situasi di lapangan mulai memanas.
Ia juga meminta seluruh jajaran yang menjadi mitra kerja Komisi III DPR RI, khususnya TNI dan Polri, terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Nasir, menjaga perdamaian Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal, serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif. Dengan kondisi yang aman dan damai, pembangunan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkasnya.
Nasir menegaskan, sikap Kapolda Aceh tersebut menunjukkan bahwa menjaga perdamaian bukan semata-mata soal kekuatan, tetapi juga keberanian untuk hadir, mendengar, berdialog, dan merangkul masyarakat.[]
