KUTACANE — Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dan teknisi terus mempercepat pengerjaan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Salah satu tahapan yang kini dikebut adalah pemasangan papan lantai jembatan sebagai bagian penting dari penyelesaian konstruksi. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong, Kamis (17/9/2026).
Babinsa, warga, dan teknisi bekerja bersama mengangkat, menata, serta memasang papan lantai secara bertahap. Setiap papan dipasang dengan memperhatikan posisi dan kekuatan konstruksi agar lantai jembatan dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi aspek keselamatan.
Keterlibatan masyarakat terlihat sejak proses pengerjaan berlangsung. Warga turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan bersama.
Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan menjadi akses penghubung penting bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan wilayah sekitarnya.
Keberadaannya akan mempermudah mobilitas warga, khususnya menuju lahan pertanian dan perkebunan serta dalam mengangkut hasil produksi.
Bagi masyarakat pedesaan, akses penghubung memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi. Infrastruktur yang memadai dapat memangkas hambatan perjalanan sekaligus memudahkan warga menjangkau berbagai fasilitas dan pusat kegiatan.
Salah seorang Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan, kehadiran TNI merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami siap membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama. Pemasangan papan lantai ini merupakan salah satu tahapan penting yang harus dikerjakan dengan baik agar jembatan nantinya dapat digunakan secara aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Semangat gotong royong antara TNI, masyarakat, dan teknisi menjadi salah satu faktor pendukung dalam mempercepat pekerjaan di lapangan.
Keterlibatan warga juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun. Setelah jembatan selesai dan dapat digunakan, masyarakat diharapkan ikut menjaga serta merawatnya agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Warga Desa Lawe Ger Ger menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam pengerjaan jembatan. Kehadiran personel TNI dinilai turut mendorong semangat masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.
Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga diharapkan dapat membuka akses menuju wilayah seberang yang selama ini dipengaruhi kondisi medan dan aliran sungai.
Dengan tersedianya jembatan yang memadai, masyarakat diharapkan lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju lahan pertanian dan perkebunan serta membawa hasil produksi.
Pemasangan papan lantai yang kini terus dilakukan menjadi salah satu tahapan menuju penyelesaian pembangunan. Meski demikian, seluruh pekerjaan tetap harus diselesaikan sesuai ketentuan teknis dan memperhatikan aspek keselamatan sebelum jembatan dimanfaatkan masyarakat.
Babinsa bersama warga dan teknisi terus bekerja dengan mengutamakan ketelitian dan keselamatan di lokasi. Setiap bagian konstruksi dikerjakan secara bertahap agar jembatan nantinya dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Melalui keterlibatan Babinsa, komunikasi dan hubungan dengan masyarakat terus diperkuat dalam berbagai kegiatan yang menyangkut kepentingan bersama.
Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui jajaran Babinsa juga terus mendorong keterlibatan personel dalam kegiatan kewilayahan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan pemasangan papan lantai dan tahapan pekerjaan lainnya yang terus dikebut, Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger diharapkan segera menyelesaikan seluruh proses pembangunan.
Setelah seluruh bagian dinyatakan selesai dan memenuhi aspek keamanan, jembatan tersebut diharapkan dapat menjadi akses penting untuk mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Kecamatan Ketambe.[]
