Banjir Rendam Kebun Melon BUMG Lheu Blang, Aceh Besar, Pengelola Khawatir Gagal Panen

Editor: Syarkawi author photo

 

Kondisi Kebun Melon BUMG Gairah Muda Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Yang Terendam Banjir Genangan, Sabtu (24/10/2026). Foto: Dok. Petani

ACEH BESAR – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh pada Jumat (23/10/2026) menyebabkan banjir genangan di sejumlah kawasan permukiman dan lahan pertanian. 

Salah satu yang terdampak adalah kebun melon milik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Genangan air mengancam usaha budidaya melon yang selama ini menjadi salah satu program unggulan BUMG dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Sebelumnya, berdasarkan informasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Darul Imarah pada Jumat (23/10/2026) berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir. 

Namun, pada sore hingga malam hari, intensitas hujan meningkat. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca jangka pendek (nowcasting) terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah tersebut.

Keuchik Gampong Lheu Blang, Suhardi, yang juga bertindak sebagai pengawas BUMG, saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026), mengatakan bahwa usaha budidaya melon tersebut dikelola oleh BUMG Gairah Muda dengan melibatkan pemuda dan anggota masyarakat setempat.

BUMG Gairah Muda dipimpin Zulkarnen, dengan Afit Munandar sebagai bendahara dan Yun sebagai sekretaris. Usaha tersebut telah berjalan melalui beberapa tahap penanaman dan beberapa kali berhasil menghasilkan panen yang memuaskan. Kebun melon itu bahkan telah beberapa kali dikunjungi pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.

“Mungkin terlalu berlebihan bila saya menyampaikan bahwa usaha penanaman melon oleh BUMG ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Inilah usaha budidaya melon yang sedang kami lakukan saat ini. Jika dilihat dari luas lahan, usaha ini memang tidak terlalu besar, hanya sekitar satu hektare. Namun, dari beberapa tahap penanaman, Alhamdulillah, BUMG Lheu Blang sudah beberapa kali berhasil panen dengan hasil yang sangat memuaskan,” ungkap Suhardi.

Ia menjelaskan, budidaya melon menjadi salah satu usaha unggulan BUMG Lheu Blang di bidang ketahanan pangan. Untuk menjaga kesinambungan produksi dan pasokan ke pasar, lahan seluas sekitar satu hektare tersebut dibagi menjadi tiga zona penanaman dengan tahapan berbeda.

“Ini program favorit BUMG kami. Karena lahan budidaya sangat terbatas, sekitar satu hektare, kami membaginya menjadi tiga zona penanaman. Ada tanaman yang baru ditanam, ada yang sudah berbunga, dan ada pula yang mulai berbuah. Dengan pola bertahap seperti ini, ketersediaan buah melon untuk dipasok ke pasar diharapkan tetap stabil dan berkelanjutan,” kata Suhardi.

Namun, hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan air menggenangi lahan dan tanaman melon. Pengelola BUMG telah berupaya mengurangi genangan dengan mengoperasikan beberapa mesin pompa air. Akan tetapi, upaya itu belum membuahkan hasil maksimal karena saluran pembuangan juga dipenuhi air.

Suhardi mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan tanaman, terutama karena sebagian melon sedang berbuah, sebagian berbunga, dan sebagian lainnya baru ditanam.

“Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten maupun kecamatan untuk mencari solusi agar lahan ini terhindar dari banjir genangan ketika hujan lebat seperti semalam. Saat ini tanaman melon sedang dalam kondisi bagus. Ada yang sudah berbuah, ada yang berbunga, dan ada pula yang baru ditanam,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama pihak Kecamatan Darul Imarah dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi persoalan genangan di kawasan kebun tersebut. Penanganan yang tepat dinilai penting untuk mengurangi risiko gagal panen, terutama jika hujan deras kembali terjadi.

“Kami sudah berusaha menguras air dengan menggunakan mesin pompa, tetapi hasilnya belum maksimal karena saluran pembuangan juga penuh. Kami sangat berharap ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atau pihak kecamatan untuk membantu mengatasi persoalan ini,” pungkasnya.

Pengelola berharap adanya penanganan yang berkelanjutan agar usaha budidaya melon BUMG Gairah Muda dapat terus berjalan, menjaga pasokan ke pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Gampong Lheu Blang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini