Limbah Jagung Disulap Jadi Biochar, Petani di Kawasan Transmigrasi Selaparang Kini Bisa Menyuburkan Tanah

Editor: Syarkawi author photo

 


LOMBOK TIMUR – Limbah tongkol jagung dan sekam padi yang selama ini dibakar atau dibiarkan menumpuk di ladang kini dimanfaatkan petani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi biochar atau arang hayati untuk membantu memperbaiki kualitas tanah pertanian.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan yang digelar Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 21 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program ini mendorong petani mengolah limbah pertanian menjadi bahan yang bermanfaat bagi lahan mereka sekaligus mengurangi praktik pembakaran limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Manfaat program tersebut dirasakan Supriadi, Ketua Kelompok Tani Cempaka Putih, Desa Seruni Mumbul. Melalui pelatihan itu, ia mengetahui bahwa limbah tongkol jagung yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi pembenah tanah.

“Selama ini limbah tongkol jagung hanya kami bakar begitu saja di ladang atau dibiarkan menumpuk hingga mengganggu lingkungan. Melalui pelatihan dan pengenalan teknologi biochar dari Tim Ekspedisi Patriot ITS ini, kami jadi paham limbah tersebut bisa diolah kembali menjadi pembenah tanah yang sangat bermanfaat untuk menjaga kelembapan serta kesuburan tanah pertanian kami,” ujar Supriadi di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Senin (19/10/2026).

Selain memberikan pelatihan, TEP 21 ITS juga membagikan delapan alat pembuat biochar untuk delapan desa di kawasan transmigrasi tersebut. Setiap desa diwakili seorang anggota kelompok tani yang mendapatkan pendampingan mengenai cara penggunaan alat.

Penerima bantuan dipilih berdasarkan hasil survei dan koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan. Langkah ini dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan petani di masing-masing desa.

Ketua TEP 21 ITS, Grasianto, berharap masyarakat dapat terus menggunakan dan mengembangkan teknologi biochar secara mandiri meskipun masa tugas tim di kawasan tersebut telah berakhir.

“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat kawasan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan biochar secara mandiri dan berkelanjutan, meskipun Tim Ekspedisi Patriot ITS sudah tidak berada di sana lagi,” ujar Grasianto.

Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong generasi muda untuk berinovasi dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi. Arahan itu disampaikan Presiden pada 16 Mei 2026.

Dukungan terhadap kolaborasi akademisi dan pemerintah juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menilai hasil kajian akademis dan data empiris dari lapangan penting sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

“Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujar AHY di Jakarta, 30 Juli 2026.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong para peserta Ekspedisi Patriot agar bekerja maksimal selama bertugas dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” kata Iftitah di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar di Kawasan Transmigrasi Selaparang diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mengurangi pembakaran limbah, meningkatkan nilai guna hasil samping pertanian, dan mendukung perbaikan kualitas tanah yang dikelola petani.

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Share:
Komentar

Berita Terkini