Perkuat Keimanan, Lapas Wonreli Gelar Pembinaan Rohani bagi Warga Binaan

Editor: Syarkawi author photo

 


WONRELI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan ibadah dan pembinaan rohani. 

Kegiatan yang berlangsung Kamis (22/10) tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan sekaligus mendorong warga binaan memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Ibadah berlangsung tertib dan khidmat. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberi kesempatan untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, melakukan introspeksi diri, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wonreli, A. W. Iwamony, mengatakan pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. 

Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan rohani bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu warga binaan memperbaiki diri, membangun karakter yang lebih baik, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” ungkap A. W. Iwamony.

Salah seorang warga binaan berinisial YS mengaku kegiatan ibadah tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat keimanan selama menjalani masa pidana.

“Melalui ibadah ini, kami belajar untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap apa yang kami pelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam lapas maupun ketika kembali ke masyarakat,” ujar YS.

Lapas Wonreli berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan aspek spiritual dan mental. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perubahan perilaku warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui pembinaan rohani, Lapas Wonreli berharap warga binaan tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga memiliki bekal moral untuk membangun kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat.(**)

Share:
Komentar

Berita Terkini