PKGB USK Edukasi Generasi Muda Aceh Tengah, Dorong Pelestarian Ikan Depik dan Danau Lut Tawar

Editor: Syarkawi author photo

 

Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan (PKGB) USK menggelar edukasi dan pelatihan lingkungan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian Danau Lut Tawar dan perlindungan ikan depik, spesies endemik kebanggaan masyarakat Gayo, pada Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. PKGB USK

ACEH TENGAH – Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan (PKGB), Universitas Syiah Kuala (USK), menggelar rangkaian edukasi dan pelatihan lingkungan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian ekosistem Danau Lut Tawar dan perlindungan ikan depik (Rasbora tawarensis), ikan endemik yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Gayo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian kolaboratif bertajuk “Konservasi Berbasis Komunitas untuk Perlindungan Ikan Depik di Danau Lut Tawar melalui Pendekatan Ekologi, Budaya, dan Pendidikan Lingkungan” yang didukung melalui hibah internasional dari Re:wild.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (23/10/2026) melalui sosialisasi bertema “Suara Generasi Muda untuk Ikan Depik dan Danau Lut Tawar” di SMAN 8 Aceh Tengah. Kegiatan tersebut diikuti para siswa untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kualitas lingkungan danau, melindungi keanekaragaman hayati, serta memahami peran generasi muda dalam konservasi sumber daya alam.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Ia mengajak generasi muda berperan aktif menjaga kelestarian Danau Lut Tawar dan ikan depik melalui kepedulian serta tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua pelaksana dari PKGB USK, Hendra Yulisman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelibatan siswa menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran konservasi sejak dini.

Melalui pendidikan lingkungan, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga ekosistem danau, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dan menyebarkan kesadaran lingkungan kepada keluarga serta masyarakat.

Siswa Belajar Teknik Pemulihan Kualitas Air

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) melalui pelatihan lapangan di Pantai Ketibung, Danau Lut Tawar, Aceh Tengah. Pelatihan tersebut mengangkat tema “Teknik Bioremediasi untuk Meningkatkan Kualitas Air dan Menanam Tumbuhan Air”.

Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada upaya pemulihan kualitas lingkungan perairan melalui pendekatan bioremediasi, serta pentingnya tumbuhan air dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Pelatihan lapangan tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan kondisi lingkungan danau secara langsung.

Pendekatan ini menegaskan bahwa konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan ikan depik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas air dan keberlanjutan habitatnya. 

Kondisi perairan yang terjaga merupakan salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup organisme akuatik dan keberlanjutan fungsi ekologis Danau Lut Tawar.

Ketua PKGB USK, Prof. Dr. Abdullah, S.Pd., M.Si., berharap rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai keterkaitan antara kualitas air, tumbuhan air, keanekaragaman hayati, dan keberadaan ikan depik.

Keterlibatan siswa juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan memperluas partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian danau.

Melalui kolaborasi antara peneliti, sekolah, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, Abdullah mendorong agar upaya konservasi Danau Lut Tawar dilakukan secara berkelanjutan dengan memadukan pendekatan ilmiah, pendidikan lingkungan, serta pengetahuan lokal masyarakat Gayo.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya melindungi ikan depik sebagai kekayaan hayati daerah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem Danau Lut Tawar bagi generasi mendatang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini