ACEH BESAR – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Aceh periode 2024–2029, Teungku Ahmada MZ, menghadiri peringatan Maulidurrasul 1448 Hijriah di Dayah Istiqamatuddin Darul Farah, Desa Reukih Dayah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026).
Kehadiran senator yang akrab disapa Abu Ahmad Perti tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan pimpinan dayah, santri, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam foto yang diunggah melalui akun resmi Instagram @ahmadamz_official, Tgk Ahmada tampak berfoto bersama pimpinan dayah dan sejumlah tokoh masyarakat. Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan dayah tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dengan dihadiri santri dan masyarakat Desa Reukih Dayah. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengingat kembali keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tgk Ahmada menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Darul Farah sekaligus mengikuti peringatan Maulidurrasul 1448 H.
“Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 24 Oktober 2026, kita bisa bersilaturahmi dan memperingati Maulidurrasul 1448 H bersama keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Darul Farah, Desa Reukih Dayah, Indrapuri, Aceh Besar. Semoga dengan momentum maulid ini, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat dan dayah kita semakin maju,” ujarnya.
Ia menegaskan, dayah memiliki peran strategis dalam menjaga moral, memperkuat akidah, serta membentuk karakter generasi muda Aceh. Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Islam tersebut perlu terus diperkuat melalui dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, kemajuan dayah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
“Insyaallah, apa yang menjadi kebutuhan dayah-dayah kita di Aceh akan terus kita perjuangkan di pusat. Dayah adalah jantungnya Aceh. Kalau dayah maju, Aceh bermartabat,” tegasnya.
Ia berharap, peringatan Maulidurrasul tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan agama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama, doa untuk keselamatan umat, serta kenduri maulid yang diikuti santri dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan silaturahmi antara pimpinan dayah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan semakin erat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Islam di Aceh.[]
