LANGSA – Limbah ampas kopi yang selama ini kerap dibuang begitu saja kini disulap menjadi produk bahan bakar alternatif bernilai ekonomi oleh dosen dan mahasiswa Universitas Samudra (UNSAM).
Melalui inovasi briket berbahan baku ampas kopi, mereka berupaya menghadirkan solusi pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Inovasi tersebut berangkat dari kepedulian terhadap banyaknya limbah ampas kopi yang dihasilkan warung kopi dan coffee shop, khususnya di Kota Langsa. Sebagai salah satu daerah dengan aktivitas usaha kopi yang berkembang, Langsa menghasilkan ampas kopi dalam jumlah cukup besar setiap harinya. Namun, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Melihat potensi tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Samudra berinisiatif mengolah ampas kopi menjadi briket bahan bakar. Melalui proses pengolahan dan pemanfaatan kembali limbah organik, bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diharapkan dapat menjadi produk alternatif dengan nilai tambah serta prospek pengembangan usaha.
Pengembangan produk briket ampas kopi ini merupakan bagian dari program inovasi kewirausahaan mahasiswa Universitas Samudra yang memperoleh dukungan pendanaan dari UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudra melalui skema Hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Internal.
Tim yang mengembangkan produk tersebut bernama Coffuel, diketuai Nur Alfajar, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samudra, dengan bimbingan Muhammad Taqdirul Alim, S.E., M.Si.
Dosen pembimbing, Muhammad Taqdirul Alim, mengatakan inovasi tersebut merupakan bentuk penerapan kewirausahaan berbasis potensi lokal yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, limbah ampas kopi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bermanfaat apabila dikelola melalui kreativitas, inovasi, dan pendekatan bisnis yang tepat.
“Melalui Coffuel, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan limbah di sekitar kita sebenarnya dapat menjadi peluang untuk menciptakan inovasi dan nilai ekonomi. Kota Langsa memiliki banyak warung kopi dan coffee shop yang menghasilkan ampas kopi setiap harinya. Potensi ini perlu dilihat bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai tambah,” ungkapnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Pengembangan briket ampas kopi ini juga mencerminkan penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy), yakni mengoptimalkan pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya menjadi limbah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, inovasi Coffuel tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk usaha mahasiswa, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah lokal sebagai sumber daya alternatif yang lebih produktif.
Ke depan, briket ampas kopi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar yang memiliki prospek pasar sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha warung kopi, coffee shop, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang produktif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pengembangan usaha dan perluasan pemasaran, produk briket ampas kopi Coffuel nantinya dapat diperoleh melalui laman resmi https://www.coffuel.web.id/.
Masyarakat dan calon konsumen juga dapat memperoleh informasi produk serta melakukan pemesanan melalui Instagram @coffuel_official atau WhatsApp di nomor +62 896-7437-4976.
Melalui inovasi ini, Universitas Samudra berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong menghadirkan gagasan kreatif dan solutif berdasarkan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Inovasi Coffuel sekaligus membuktikan bahwa limbah yang selama ini dipandang tidak bernilai memiliki peluang untuk diolah menjadi produk usaha yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
(Rifan)
