“Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam di Aceh, Penyiar Diharapkan Terus Tebarkan Informasi Positif

Editor: Syarkawi author photo

 

Banda Aceh — Sebanyak 66 penyiar radio di Provinsi Aceh telah mengikuti Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI  di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh mulai 29 September-1 Oktober 2021.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali materi tentang public speaking, content creator, wawasan keilmuan, teknologi informasi, dan materi lainnya. Pemateri yang dihadirkan merupakan para praktisi media, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, dan juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Acara ini pertama kali dilaksanakan di Jakarta, kemudian Aceh. Selanjutnya akan dilaksanakan di Gorontalo dan Jawa Tengah.

Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam (SBSKI)  Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Sayid Alwi Fahmi mengatakan, penyiar memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.

“Penyiar punya skill yang tidak dimiliki oleh teman profesi lain dengan suaranya bisa memberikan pengaruh kepada para pendengar,” kata Sayid.

Dalam kaitannya dengan  negara, Sayid menyampaikan, penyiar juga mengambil peran penting, tanpa penyiar program-program pemerintah tidak akan tersampaikan kepada masyarakat luas.

“Penyiar adalah bagian penting berdirinya sebuah negara, kalau tidak didukung oleh penyiar, program apapun tidak akan tersampaikan kepada para pendengar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyiar juga memiliki tugas mulia dalam menyampaikan informasi yang baik yang dapat menciptakan kedamaian dan ketenangan di tengah masyarakat.

“Ada satu hal penting juga bawalah setiap langkah, ucapan, lantuan kata- kata yang anda keluarkan tolong selipkan yang baik-baik yang memberikan kesejukan, kedamaian bagi para pendengar karena agama itu nasihat,” katanya.

“Sampaikan yang baik, kalau masuk berita yang memperkeruh suasana, merusak masyarakat segera dicari, segera  koordinasi cari informasinya yang bagus seperti apa. Karena dimana ada hak di situ ada kewajiban,” ungkapnya lagi.

Ia berharap kegiatan ini menambah wawasan  para penyiar serta  terus menebarkan kebajikan melalui profesinya.

“Harapan  besar kami apa yang anda pahami semua sebarkan kepada yang lain, ajarkan kepada yang lain, yakin pahalanya tidak bakal kemana-mana,” ujar Sayid.”[*]

Share:
Komentar

Berita Terkini