Kota Jantho – Antusiasme masyarakat Kabupaten Aceh Besar terhadap program bantuan modal usaha individu yang digagas Baitul Mal Aceh Besar terus meningkat.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, tercatat lebih dari 8.000 warga telah mengajukan permohonan.
Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, menyampaikan hal tersebut saat menerima berkas fisik permohonan bantuan usaha dari warga Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, yang diserahkan oleh Sekretaris Desa Setiawan Abdalla di Kantor Baitul Mal Aceh Besar, Selasa (28/4/2026).
“Program bantuan ini akan ditutup pada 29 April 2026 pukul 12.00 WIB. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah melampaui 8.000 orang. Seluruh berkas akan diverifikasi untuk memastikan kelayakan sesuai ketentuan,” ujar Azwir.
Ia menjelaskan, proses seleksi tidak hanya sebatas verifikasi administrasi. Tim juga akan melakukan survei langsung ke lokasi usaha calon penerima guna memastikan kondisi riil sebelum bantuan disalurkan.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap dukungan modal, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Aceh Besar.
“Program ini diharapkan mampu menjadi stimulus dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Gampong Leu Ue, Setiawan Abdalla, menyampaikan bahwa pihaknya membantu proses pengajuan warganya secara kolektif dengan mengantarkan langsung berkas ke kantor Baitul Mal di Kota Jantho.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan warga yang mengalami kendala jarak maupun antrean panjang di lokasi pelayanan.
“Kami ingin mempermudah warga, terutama yang kesulitan datang langsung. Berkas kami kumpulkan dan diantar bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah gampong juga turut membantu melengkapi dokumen administrasi yang menjadi syarat pengajuan, seperti surat keterangan usaha, surat keterangan tidak mampu, dokumentasi usaha, hingga proses input data secara daring.
Kolaborasi antara pemerintah gampong dan Baitul Mal Aceh Besar ini diharapkan dapat membuat proses pendaftaran lebih efektif dan inklusif, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Program bantuan usaha tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, khususnya sektor usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.[]
