Jakarta — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional di sektor pemenuhan gizi, sekaligus mendorong transparansi pengelolaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik, terutama terhadap program makan bergizi gratis yang menyasar masyarakat luas.
“Pada prinsipnya kami mendukung penuh program pemerintah dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat. Namun, kami juga mendorong agar penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional dilakukan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.
Menurut FRIC, transparansi anggaran tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mencegah munculnya persepsi negatif atau kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait realisasi anggaran.
Lebih lanjut, FRIC mengingatkan pentingnya pelaksanaan program yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal efisiensi dan ketepatan penggunaan anggaran negara agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami berharap Badan Gizi Nasional dapat menjalankan tugasnya secara optimal, termasuk memastikan setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” tambah Dian.
FRIC menegaskan, dorongan tersebut merupakan bentuk kritik konstruktif untuk memperkuat kinerja lembaga, bukan untuk menjatuhkan.
Dengan transparansi yang baik, diharapkan tidak ada ruang bagi spekulasi maupun persepsi negatif terhadap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, FRIC kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, seraya mendorong tata kelola yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaannya.[]
