Disdik Aceh Perkuat Pembinaan Karakter Pelajar Lewat FGD Guru BK se-Banda Aceh

Editor: Syarkawi author photo

 

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, memberikan arahan dalam kegiatan FGD Musyawarah Guru BK SMA/SMK Kota Banda Aceh, Sabtu (16/5/2026), sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter dan pendampingan pelajar Aceh.

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Aceh terus memperkuat upaya pembentukan karakter pelajar melalui sinergi bersama guru Bimbingan dan Konseling (BK). 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Musyawarah Guru BK SMA dan SMK se-Kota Banda Aceh yang digelar pada Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, yang sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada para guru BK yang hadir.

Dalam sambutannya, Murthala menegaskan bahwa peran guru BK saat ini semakin strategis dalam dunia pendidikan. 

Guru BK tidak hanya berfungsi menangani persoalan siswa, tetapi juga menjadi pendamping utama dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, serta mental generasi muda Aceh.

Ia menyebutkan, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat. 

Karena itu, diperlukan penguatan pendekatan pembinaan agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.

“Guru BK memiliki peran strategis dalam membina siswa agar mampu tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berakhlak, dan memiliki daya saing,” ujar Murthala.

FGD tersebut menjadi ruang diskusi dan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Aceh, guru BK, serta Psikodiska dalam memperkuat sistem pembinaan siswa di lingkungan sekolah. 

Berbagai isu pendidikan dan perkembangan remaja turut dibahas, mulai dari kedisiplinan siswa, pengaruh media sosial, kesehatan mental pelajar, hingga penguatan motivasi belajar.

Murthala menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa menjaga etika, disiplin, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Generasi Aceh ke depan harus menjadi generasi yang hebat, tangguh, dan mampu bersaing. Untuk itu, pembinaan karakter harus diperkuat sejak di bangku sekolah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru BK yang selama ini aktif mendampingi siswa dalam berbagai kondisi, baik akademik maupun persoalan pribadi. 

Guru BK dinilai memiliki peran penting sebagai tempat konsultasi sekaligus pendamping perkembangan peserta didik.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif, di mana para peserta turut berbagi pengalaman serta tantangan dalam pendampingan siswa di sekolah masing-masing.

Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan BK di Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Aceh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, sekolah, guru BK, dan berbagai pihak terkait, diharapkan lahir generasi pelajar Aceh yang berprestasi, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini