BANDA ACEH – Lembaga Petani Peternak Muda Milenial Indonesia (PAMI) mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Upaya tersebut dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengembalikan produktivitas lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Umum PAMI, Irwan Syahputra atau yang akrab disapa Syech Wan, mengatakan perhatian langsung Menteri Pertanian bersama Pemerintah Aceh memberikan harapan besar bagi percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Aceh untuk memastikan program pemulihan pertanian berjalan optimal.
Selain meninjau rehabilitasi lahan sawah terdampak banjir di beberapa kabupaten, Mentan juga mengunjungi kawasan Dataran Tinggi Gayo di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah guna meninjau pembibitan benih kopi Arabika, mendorong hilirisasi pertanian, serta menyerahkan bantuan pembangunan masjid.
Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh yang terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemulihan agar aktivitas pertanian segera kembali normal.
Sebagai bagian dari program pemulihan, Pemerintah Aceh telah memulai kembali gerakan tanam padi di sejumlah lahan yang telah direhabilitasi, di antaranya di Kabupaten Aceh Tamiang, Bireuen, dan Aceh Utara.
Dukungan pemerintah pusat juga diperkuat melalui peningkatan alokasi anggaran rehabilitasi lahan pertanian dari sekitar Rp380 miliar pada tahap pertama menjadi Rp515 miliar pada tahap kedua.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, bencana hidrometeorologi berdampak pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah.
Hingga 21 Juli 2026, sekitar 40.852 hektare telah dan sedang ditangani, sementara 16.633 hektare lainnya masih dalam proses rehabilitasi.
Program pemulihan tersebut mencakup optimalisasi lahan, rehabilitasi sawah, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).
Per 21 Juli 2026, realisasi keuangan program telah mencapai 48,48 persen dan ditargetkan terus meningkat hingga seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal.
Syech Wan menilai keberhasilan rehabilitasi lahan akan menjadi fondasi penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Perhatian langsung Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman terhadap Aceh menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangkitkan kembali sektor pertanian. Kami berharap seluruh lahan yang terdampak banjir dapat segera dipulihkan sehingga petani kembali berproduksi, ketahanan pangan semakin kuat, dan perekonomian masyarakat Aceh dapat bangkit lebih cepat," ujar Syech Wan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, TNI, kelompok tani, hingga berbagai organisasi masyarakat.
PAMI, lanjutnya, siap berkontribusi apabila dibutuhkan dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian.
Organisasi tersebut memiliki pengalaman mendampingi kelompok tani serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu penanganan korban banjir bandang Aceh pada 28 November 2025.
PAMI juga tergabung dalam Relawan Kemanusiaan Bersama (RKB) dan turut mendukung penanganan tanggap darurat bersama BPBA.
"Kami siap berada di lapangan apabila dibutuhkan untuk membantu percepatan pelaksanaan program pemulihan pascabencana. Semoga seluruh lahan pertanian di Aceh segera kembali produktif, kesejahteraan petani meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan perekonomian masyarakat kembali tumbuh," tutup Syech Wan.[]
