LOMBOK TIMUR – Satgas Pangan Polri terus memperkuat dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf saat mengunjungi Kelompok Tani Pusuk Pujata, Minggu (26/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas nasional sejak awal masa pemerintahannya.
Saat menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri, Irjen Pol. Helfi Assegaf menginisiasi kerja sama pengembangan bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata di Sembalun. Program yang dimulai pada 2025 dengan luas tanam 15 hektare itu kini berkembang pesat.
Hingga Juli 2026, luas areal tanam bawang putih telah mencapai 534 hektare dengan mengembangkan varietas Sangga Sembalun dan Lumbu Putih.
Kedua varietas tersebut memiliki produktivitas rata-rata 20 hingga 25 ton per hektare, sehingga dinilai mampu mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional.
Pada musim panen Juli 2026, Satgas Pangan Polri bersama para petani juga melaksanakan panen raya di lahan seluas 105 hektare.
Hingga saat ini, proses panen telah mencapai 76 persen atau sekitar 73,5 hektare dengan total produksi mencapai 1.470 ton.
Seluruh hasil panen diproses melalui dua lantai jemur utama serta sejumlah fasilitas pengeringan milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata guna menjaga kualitas bawang putih sebelum dipasarkan.
Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan, keberhasilan pengembangan bawang putih di Sembalun menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan petani dalam mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan menjadi semangat kami untuk terus bergerak. Di tengah dinamika geopolitik global, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan bangsa. Karena itu, Satgas Pangan Polri bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata terus meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kualitas bawang putih agar Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor," ujar Helfi.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Polri juga terus mendorong inovasi di sektor pertanian. Dalam waktu dekat akan diperkenalkan varietas bawang putih baru hasil uji genetik bernama HAAS yang memiliki keunggulan dapat ditanam di berbagai ketinggian, lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, serta menghasilkan umbi yang lebih besar dibandingkan varietas sebelumnya.
"Varietas HAAS diharapkan menjadi terobosan baru untuk meningkatkan produktivitas bawang putih nasional. Dengan inovasi ini, kami optimistis pengembangan bawang putih dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional," tutupnya.[]
