KUTACANE – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Personel Satgas yang terdiri dari anggota Kodim 0108/Agara dan Yon TP 855/RD bersama warga melaksanakan penarikan tali sling jembatan secara gotong royong, Kamis (13/8/2026).
Penarikan tali sling merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan karena berkaitan langsung dengan konstruksi utama.
Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian, kekuatan, kekompakan dan koordinasi agar setiap material dapat ditempatkan sesuai dengan perencanaan serta memperhatikan aspek keselamatan.
Di lokasi, personel Satgas bersama masyarakat bahu-membahu mempersiapkan material, mengatur posisi tali sling hingga melakukan penarikan secara bersama-sama.
Seluruh proses dikerjakan secara hati-hati untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan aman dan lancar.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger memiliki arti penting bagi masyarakat karena nantinya menjadi salah satu akses penghubung antarwilayah.
“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat antarwilayah. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan dengan baik dan memperhatikan aspek kekuatan serta keamanan. Penarikan tali sling ini merupakan salah satu bagian penting untuk mendukung konstruksi jembatan,” ujar Peltu Jumadin Selian.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur fisik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Setelah selesai dan dinyatakan aman serta layak digunakan, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses warga menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas pelayanan masyarakat maupun pusat kegiatan ekonomi. Kemudahan akses juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.
Peltu Jumadin Selian menambahkan, keterlibatan Kodim 0108/Agara, Yon TP 855/RD dan masyarakat merupakan wujud kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami selalu siap membantu dan berada bersama masyarakat. Pembangunan jembatan ini bukan hanya untuk kepentingan satu pihak, tetapi merupakan kepentingan bersama karena nantinya dapat menjadi jalur penghubung yang memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat,” katanya.
Keterlibatan warga dalam pembangunan juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Masyarakat secara sukarela membantu personel Satgas, mulai dari persiapan material hingga pelaksanaan penarikan tali sling. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
Selain membantu mempercepat pekerjaan, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.
Interaksi langsung di lapangan menciptakan suasana kekeluargaan serta memperkuat komunikasi antara personel Satgas dengan warga.
Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengapresiasi keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan.
Menurutnya, personel Satgas tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga turun langsung bekerja bersama masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih karena TNI ikut membantu langsung bersama masyarakat. Dengan adanya jembatan ini nantinya, kami berharap aktivitas warga menjadi lebih mudah dan akses menuju wilayah lain semakin lancar,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Gantung Perintis dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan wilayah sekitarnya, terutama dalam memperlancar akses pendidikan, pekerjaan, pelayanan sosial serta aktivitas perekonomian.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger menjadi salah satu gambaran sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, setiap tahapan pekerjaan terus didorong agar dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.[]
