KOTA JANTHO – Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, menyambut positif rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Menurut Syukri, program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar.
Hal itu disampaikan Syukri usai mengikuti konferensi video (Vidcon) peluncuran program 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Kamis (13/8/2026).
“Kami menyambut baik rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih ini. Pembangunan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menyentuh langsung kebutuhan dasar dan aksesibilitas warga,” ujar Syukri.
Ia mengatakan pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses antarwilayah dan memperlancar mobilitas warga. Infrastruktur tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian di berbagai kawasan.
Menurutnya, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas masyarakat.
“Dengan adanya akses jembatan yang baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar. Ini tentu akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial masyarakat,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, Syukri menilai program penyediaan 3.000 titik air bersih juga memiliki nilai strategis. Ketersediaan air bersih, kata dia, merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia berharap pembangunan sarana air bersih dapat diprioritaskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kita berharap pembangunan sarana air bersih ini dapat menjangkau masyarakat yang selama ini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap mendukung serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program di daerah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan serta pemeliharaan infrastruktur setelah pembangunan selesai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kita ingin setiap pembangunan yang hadir di Aceh Besar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi, pengawasan, dan pemeliharaan setelah pembangunan juga menjadi hal yang penting,” pungkasnya.[]
