BMKG Tetapkan Aceh Berstatus AWAS Hujan Ekstrem Selama Dua Hari, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Editor: Syarkawi author photo

 

Hujan Deras dan Angin Kencang(Foto:Ilustrasi Dok Is)

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Provinsi Aceh dalam status AWAS terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada Sabtu (24/10/2026) dan Minggu (25/10/2026).

Peringatan dini tersebut disampaikan melalui infografik resmi BMKG yang diunggah di akun Instagram @infobmkg. Dalam dua pembaruan untuk tanggal berbeda itu, Aceh konsisten berada pada kategori merah, yakni tingkat peringatan tertinggi dalam tiga kategori yang ditampilkan.

Status tersebut menjadi perhatian serius mengingat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah yang rawan bencana.

Cuaca ekstrem juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta merusak infrastruktur. Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

Dalam infografik BMKG untuk periode yang sama, sejumlah provinsi lain di Sumatera berada pada tingkat peringatan berbeda. 

Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau tercatat berstatus SIAGA dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Jambi dan sejumlah wilayah lainnya masuk kategori WASPADA.

Dengan status AWAS yang berlaku selama dua hari berturut-turut, masyarakat Aceh, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, kawasan rawan banjir, dan daerah perbukitan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir maupun longsor.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG, memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan apabila situasi memburuk.

Pemerintah kabupaten dan kota di Aceh diharapkan meningkatkan pemantauan di wilayah rawan bencana, menyebarluaskan informasi peringatan dini, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan personel penanganan darurat.

Meski demikian, status AWAS merupakan peringatan atas potensi bahaya cuaca, bukan kepastian bahwa seluruh wilayah Aceh akan mengalami hujan ekstrem dengan intensitas yang sama. 

Tingkat dampak di setiap daerah dapat berbeda, bergantung pada kondisi cuaca dan kerawanan wilayah masing-masing.

Infografik yang menjadi dasar peringatan tersebut juga belum merinci kabupaten atau kota yang berpotensi mengalami dampak paling besar. 

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan lanjutan BMKG yang lebih spesifik sesuai wilayah tempat tinggal.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, melindungi keselamatan warga, serta meminimalkan dampak cuaca ekstrem di Aceh.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini