Kemenag Lampung Tekankan Integritas dan Objektivitas Dewan Hakim Jelang MTQ ke-53

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDAR LAMPUNG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, transparansi, dan objektivitas dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Lampung, Makmur, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, dalam kegiatan Orientasi dan Pemantapan Panitia Pengarah, Pengawas, Dewan Hakim, dan Perangkat Dewan Hakim di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 99 peserta tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memantapkan kesiapan seluruh unsur penyelenggara agar pelaksanaan MTQ berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Makmur menegaskan, setiap unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, kesiapan panitia, pengawas, dan perangkat Dewan Hakim menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan musabaqah.

Ia secara khusus menyoroti peran strategis Dewan Hakim dalam menentukan kualitas dan kredibilitas MTQ, terutama dalam proses penilaian setiap cabang perlombaan. Karena itu, para hakim dituntut menjalankan tugas secara profesional, adil, dan bebas dari kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian.

“Dewan Hakim harus memiliki integritas, bersikap transparan, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam melaksanakan tugas. Penilaian harus dilakukan secara objektif dan profesional agar hasil musabaqah benar-benar mencerminkan kemampuan peserta serta menjaga kepercayaan seluruh pihak terhadap penyelenggaraan MTQ,” tegas Makmur.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Lampung, Firsada, disampaikan bahwa MTQ merupakan salah satu program keagamaan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menyemarakkan syiar Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai edukatif Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Firsada, yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang kompetisi untuk meraih prestasi. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana dakwah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam, dakwah, dan peningkatan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui MTQ, kita berharap dapat membangun kehidupan beragama yang lebih humanis dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Firsada.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan orientasi dan pemantapan tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan serta menyatukan pemahaman seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Firsada berharap seluruh pihak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal sehingga pelaksanaan MTQ berlangsung tertib, lancar, dan sukses, sekaligus memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini