Lapas Pangkalpinang Sulap Lahan Marginal 225 Meter Persegi Jadi Kebun Jagung Manis

Editor: Syarkawi author photo

 


PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, memanfaatkan lahan marginal seluas sekitar 225 meter persegi di area brandgang untuk budidaya jagung manis. 

Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian untuk menunjang kemandirian setelah bebas.

Kegiatan tersebut kini memasuki tahap penanaman benih setelah sebelumnya dilakukan pembersihan dan penggemburan tanah. Sebanyak lima warga binaan terlibat langsung dalam proses persiapan lahan hingga penanaman benih jagung, Selasa (20/10/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan pemanfaatan lahan marginal merupakan langkah untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan lapas agar lebih produktif dan memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin setiap lahan yang tersedia dimanfaatkan secara optimal. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian,” ujarnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, menjelaskan bahwa lahan tersebut ditanami jagung manis hibrida varietas Paragon. Pengembangan komoditas hortikultura juga direncanakan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Menurutnya, pengelolaan lahan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan tanah hingga penanaman. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mendapat pengalaman langsung dalam budidaya jagung sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang pertanian.

“Kami mengelola lahan ini secara bertahap, mulai dari persiapan tanah hingga penanaman. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya jagung dan meningkatkan keterampilan bertani,” kata Mulsa.

Salah seorang warga binaan berinisial SG mengaku senang mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan tersebut. Baginya, program ini menjadi pengalaman baru untuk mempelajari proses bercocok tanam, mulai dari mengolah tanah hingga menanam benih.

“Tanah di sini cukup berbatu, tetapi kami berusaha menyiapkannya agar bisa ditanami. Saya senang bisa ikut serta karena mendapat pengalaman bertani yang bermanfaat,” ungkap SG.

Hasil panen nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan internal lapas dan dipasarkan melalui mitra Acing Fresh serta Juwita Buah. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai ekonomi dari kegiatan pertanian yang dikelola warga binaan.

Lapas Pangkalpinang terus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan program pembinaan kemandirian. 

Keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pertanian diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

(IR)

Sumber: Lapas Pangkalpinang

Share:
Komentar

Berita Terkini