JAKARTA – Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan tiga sikap utama organisasi, yakni mendukung program Pemerintah Republik Indonesia, menjaga loyalitas terhadap institusi Polri bukan kepada individu, serta berperan menangkal hoaks melalui penyebaran informasi yang benar.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, mengatakan ketiga sikap tersebut menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan peran sebagai mitra masyarakat dan institusi negara.
Menurutnya, FRIC tidak hanya berorientasi pada aktivitas publikasi di media, tetapi juga ingin berkontribusi melalui pemberitaan yang akurat, edukasi masyarakat, dan penyampaian informasi mengenai program pemerintah.
“FRIC bukan sekadar organisasi media biasa. FRIC adalah gerakan moral, gerakan loyalitas, dan gerakan kebangsaan yang berdiri dengan tiga sikap tegas yang tidak bisa ditawar,” kata Dian dalam keterangannya di Jakarta, November 2026.
Dukung Program Pemerintah
Sikap pertama, kata Dian, adalah mendukung program pemerintah melalui karya nyata, terutama dengan menyampaikan informasi yang benar dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ia menyebut pemberitaan yang akurat dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan terhadap pemerintah, menurutnya, juga harus disertai ruang bagi kritik yang membangun.
FRIC menyatakan ingin berkontribusi dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah melalui publikasi, penyampaian informasi, serta komunikasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Loyal kepada Institusi Polri, Bukan Individu
Sikap kedua adalah menjaga loyalitas terhadap institusi Polri, bukan kepada pejabat atau individu yang sedang menduduki jabatan tertentu.
Dian menegaskan, loyalitas tersebut berlandaskan nilai-nilai Tri Brata serta komitmen Polri dalam menjalankan tugas untuk negara dan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kritik terhadap oknum yang diduga melakukan pelanggaran bukan berarti menyerang institusi Polri.
Sebaliknya, kritik dan pelaporan terhadap tindakan yang menyimpang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“FRIC loyal kepada institusi Polri, bukan individu. Siapa pun Kapolrinya, loyalitas kami kepada Tri Brata. Mengkritik oknum berarti menyelamatkan institusi,” tegasnya.
Dian menyebut tindakan seperti korupsi, dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba, maupun perilaku arogan oleh oknum harus ditindak sesuai aturan. Dengan demikian, nama baik dan kehormatan institusi Polri tetap terjaga.
Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas
Sikap ketiga adalah membantu menjaga kondusivitas melalui penyebaran informasi yang benar.
Di tengah derasnya arus informasi digital, FRIC menyatakan berkomitmen melawan hoaks, fitnah, dan provokasi dengan mengedepankan fakta serta data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dian mengatakan FRIC ingin mengambil peran sebagai mitra dalam menjaga suasana masyarakat tetap sejuk dan mendorong persatuan.
Ia juga menyebut kesiapan FRIC untuk bersinergi dengan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri serta Baharkam Polri dalam mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, informasi yang benar dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam mencegah kesalahpahaman serta meredam potensi konflik di tengah masyarakat.
Wujudkan Kemitraan Polisi dan Masyarakat
Dian menilai tiga sikap tersebut sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Ia menyebut Polri membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, sementara masyarakat juga memerlukan kehadiran institusi kepolisian yang profesional dan dipercaya.
Karena itu, FRIC mengajak seluruh anggotanya di berbagai daerah untuk menjalankan tiga komitmen organisasi, yakni mendukung program pemerintah melalui karya, menjaga loyalitas kepada institusi Polri, serta melawan hoaks dengan informasi berbasis fakta.
“Loyalitas kami kepada negara, institusi Polri, dan rakyat. Tidak ada batas untuk cinta kami kepada Indonesia,” ujar Dian.
Melalui tiga sikap tersebut, FRIC menyatakan akan terus berupaya membangun kemitraan dengan pemerintah dan Polri, sekaligus mendorong penyebaran informasi yang bertanggung jawab demi menjaga persatuan dan kondusivitas bangsa.[]
