MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV di Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menyiapkan kader yang siap mengawal program swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 210 peserta yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Ketua Umum DPP Tani Merdeka, Don Muzakir, mengatakan diklat ini bertujuan membangun sumber daya manusia organisasi yang memiliki kemampuan kepemimpinan, pemahaman kebijakan pertanian, serta komitmen dalam mendukung program strategis pemerintah.
"Selama tiga hari kami melaksanakan Diklat Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV di Sumatera Utara. Pesertanya sekitar 210 orang yang berasal dari DPD Aceh dan DPD Sumatera Utara, bersama para ketua dan jajaran pengurus di kedua provinsi tersebut," ujar Don Muzakir dalam siaran pers, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga membekali peserta dengan wawasan mengenai isu-isu strategis di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami ingin setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, terutama dalam memahami visi Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan. Selain itu, peserta juga dibekali materi tentang penanganan konflik, penguatan organisasi, hingga peran sosial di tengah masyarakat," jelasnya.
Don Muzakir menambahkan, diklat tersebut juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program Tani Merdeka dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Pada penutupan kegiatan, dijadwalkan hadir Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka.
Menurut Don Muzakir, Sudaryono akan memaparkan keterkaitan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok pangan nasional yang berkelanjutan.
"Nantinya pada acara penutupan, Mas Sudaryono akan menyampaikan berbagai hal terkait sinkronisasi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aktivitas pertanian dan peternakan. Harapannya, keberadaan dapur-dapur MBG dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi petani dan peternak untuk menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional," kata Don Muzakir.
Melalui Diklat Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV ini, DPP Tani Merdeka berharap lahir kader-kader yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di daerah, memperkuat kelembagaan organisasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.[]
